Bersama CHAYO Tingkatkan Minat Baca dan Tulis


BANJARNEGARA –CHAYO, itulah sapaan akrab bagi ekstrakurikuler Mading dan Publikasi yang ada di SMKN 1 Bawang. Ekstrakurikuler yang dibimbing oleh ibu Shanti Anggrahini, S.Pd dan diikuti oleh 35 siswa dari berbagai jurusan belum lama ini sukses meluncurkan majalah pertama mereka CHAYOMagz, yang langsung mendapat sambutan baik dari warga SMKN 1 Bawang. Bahkan bapak Wakil Bupati Banjarnegara yang kebetulan hadir dalam acara launching CHAYOMagz yang bertepatan dengan acara Gebyar Prestasi SMK Negeri 1 Bawang juga memberikan nilai 90 untuk keseluruhan konten majalah tersebut.

Dari survey yang dilakukan terhadap siswa-siswi SMK Negeri 1 Bawang, 8 dari 20 siswa mengaku menyukai kegiatan membaca serta menulis dan sisanya mengungkapkan bahwa mereka kurang bahkan tidak sama sekali menyukai kegiatan tersebut. Melihat betapa kecilnya angka tersebut, tentu menjadi suatu perhatian tersendiri bagi Ibu Shanti beserta anggota CHAYO –yang biasa dipanggil dengan sapaan amad. Maka disediakanlah sebuah ruang tersendiri bagi siswa-siswi SMKN 1 Bawang di setiap edisi mading CHAYO.

“Kadang sih, temen-temen suka iseng, padahalkan kita udah kasih tema tuh di setiap edisinya. Tapi, masih ada aja yang nulis out of topic. Misalnya, titip salam buat doinya atau malah curhat colongan dan mengungkapkan kegalauan mereka disitu.” Tutur Fatimatuzzahro, amad CHAYO yang ditemui pada Sabtu, 22 Februari 2014.

Menurut ibu Shanti, dengan adanya ruang coret mencoret disitu, dapat mendorong siswa untuk menuliskan apapun. Selain itu, ruang tersebut juga dapat mendorong niat baca siswa.

“Kadang-kadang suka iseng lah liatin salam satu-satu, dengan harapan ada yang nulis namaku sih.” Tutur Eli Choeriyah,  siswi kelas XI Akuntansi 3 saat ditanyai tentang alasannya membaca ruang coret-coret di mading sekolah tersebut.

Sementara itu, ditemui dalam kesempatan yang berbeda, pimpinan redaksi CHAYO, Mochammad Rizki Pratama menuturkan bahwa idenya untuk membuat majalah ‘CHAYOMagz’ juga tidak jauh dari rasa khawatirnya sebagai siswa SMKN 1 Bawang setelah melihat rendahnya niat baca siswa. “Tujuan awalnya sih, pengen meliput semua kegiatan yang ada di sekolah kita ini. Dulu juga pernah waktu kelas Juni 2013 kita diwajibkan beli majalah Ancas padahal majalah itu cuma memuat 2 artikel tentang sekolah kita. Jadi ya kita pengennya bisa bikin majalah yang memuat semua tentang sekolah kita dan ditulis sama anak-anak SMK sendiri.”

Selanjutnya saat ditanyai tentang minat baca di SMK, ia mengatakan “Kalau soal minat baca sama nulis di SMK, di awal sih gak ada. Tapi setelah kita jalani, tahap-tahapnya mulai ngerti tentang pentingnya minat membaca dan menulis buat pelajar dan khususnya di SMK. Semoga aja sih, majalah ini bisa membantu siswa buat semakin semangat membaca apalagi menulis.”

Ini tulisan waktu acara Kelas Menulis : Sinau Bareng Jurnalisme Warga. So simple and... absurd.

Komentar